Sebelum pelepasan seribu lampion, Selasa (17/5/2011) malam, semua umat Buddha dari berbagai sangha melakukan pradhaksina sambil membaca mantram-mantram doa bersama-sama dipimpin para bhiksu.
Pradhaksina dilakukan dengan memutari Candi Borobudur sebanyak 3 kali dari arah kiri ke kanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lampion yang terbuat dari kertas tipis warna putih diberi kawat serta minyak untuk bahan bakar. Satu demi satu lampion dilepaskan ke udara sehingga memenuhi kawasan Borobudur. Saat melepaskan lampion para umat Buddha juga memanjatkan doa.
(bgs/anw)











































