"Sehingga umat Islam akan semakin terpupuk dengan paham kebangsaan ataupun jiwa nasionalisme,
yang tidak memungkinkan keberadaannya berseberangan dengan keindonesiaan, baik saat ini maupun di masa mendatang" kata Ketua Fraksi MPR PPP Irgan Irgan Chairul Mahfiz dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (17/5/2011).
Akhir-akhir, menurut Irgan terjadi stigmatisasi negatif terhadap Islam di Indonesia melalui isu terorisme dan Negara Islam Indonesia (NII), di samping berkembangnya kelompok sempalan (splinter group) yang hanya mengartikan Islam secara sempit dan berimplikasi menguatkan stigma negatif itu.
Dengan adanya situasi yang tidak menguntungkan itu, kata Irgan, Fraksi PPP MPR mengagendakan pembahasan tema "Islam dan Nasionalisme" dalam seminar sehari, Rabu (18/5) di Gedung Nusantara IV MPR, Jakarta besok.
"Acara seminar juga diisi sambutan pembukaan oleh Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali serta Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y Tohari," ujar pria yang juga Sekjen PPP tersebut.
Melalui pembahasan tema itu, Irgan berharap peserta seminar mendapat pencerahan agar mengembangkan tradisi keislaman yang bertumpu pada harmoni kebangsaan baik untuk kepentingan dakwah ataupun perjuangan politik.
"Kita juga mengharapkan agar stigma negatif tidak diciptakan oleh kelompok mana pun untuk memojokkan umat Islam di Indonesia," ujar Irgan.
(anw/nvc)











































