"Kemarin sudah dari leader untuk melihat apakah mereka yang di perusahaan tersebut, apakah resmi dan bagaimana mekanisme mereka memberikan tugas kepada pihak ketiga dalam pengisian uang ke ATM," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharuddin Djafar di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Selasa (17/5/2011).
Menurut Baharuddin, sudah diperiksa beberapa saksi yakni 4 orang dari tenaga vendor, 1 sopir, 1 teknisi, dan 2 petugas kemananan. Selain itu diperiksa juga 5 orang saksi lainnya yang melihat dan menemukan kendaraan, yakni pihak keamanan dan pedagang sate.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saksi yang melihat, dia dipukuli pada saat itu. Tapi itu sedang didalami," tutur Baharuddin.
Perampokan ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (15/5) malam, saat sejumlah petugas sedang mengisi ATM di Apotek Tania, Robusta, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Saat pengisian ATM, sopir Yunisar turun dari mobil bernopol B 9713 FH ini dan duduk di teras apotek. Satpam Ahmad dan seorang teknisi Zulfikar juga turun untuk mengisi ATM.
Sementara yang berada di dalam mobil adalah satpam bernama Hendrik dan seorang anggota Brimob. Anggota Brimob ini bergabung dengan anggota pengisi ATM saat mobil mengisi ATM di Buaran.
Kala itu, mobil dalam keadaan hidup. Tiba-tiba, muncul 2 orang yang tidak dikenal langsung masuk ke mobil dan membawa kabur mobil dan uang di dalamnya.
Β
Mobil akhirnya ditemukan polisi sekitar pukul 02.00 WIB, Senin (16/5) dini hari. Di dalam mobil, terdapat satpam Ahmad yang menderita luka di kepala. Perampok membawa uang Rp 460 juta, dan menyisakan uang di dalam mobil sebanyak Rp 1,9 miliar.
(nik/nvt)











































