Ali Sadikin: Pemilu Bertele-tele
Kamis, 17 Jun 2004 15:46 WIB
Jakarta - Di Malaysia, Pemilu hanya berlangsung 2 minggu dan sudah punya PM baru. Di Indonesia, Pemilu berlangsung berbulan-bulan dan bertele-tele."Pemilu 2004 sangat bertele-tele dan makan waktu hingga berbulan-bulan. Pemilu yang demikian sangat tidak efisien dan hanya menimbulkan suasana ketidakpastian politik di masyarakat."Demikian kritik mantan Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua Petisi 50 Ali Sadikin di kediamannya jalan Borobudur, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/6/2004).Dia mencontohkan negara-negara lain, baik yang berkembang maupun yang sudah maju. Pelaksanaan Pemilu mulai dari pencoblosan sampai penetapan hasil pemenangnya tidak makan waktu sampai lebih dari satu bulan."Lihat saja Malaysia, 2 minggu selesai. Mereka sudah punya PM baru dalam waktu 2 minggu," tukas Ali.Kepada pemerintah dan DPR terpilih nanti, Ali berpesan agar salah satu agenda pokoknya adalah memperbaiki UU Pemilu dan Pilpres. Menurut dia UU 12 dan 23 tahun 2003 itu sama sekali tidak aspiratif. Di mana calon legislatif dan calon presiden masih ditentukan oleh partai politik."Nggak ada artinya dong langsung dipilih rakyat. Lagi-lagi kita dibodohi sama parpol," keluh Ali.
(sss/)











































