Perluas Bandara Ngurah Rai, 35 Unit Rumdis dan Sekolah Dibongkar

Perluas Bandara Ngurah Rai, 35 Unit Rumdis dan Sekolah Dibongkar

- detikNews
Senin, 16 Mei 2011 16:21 WIB
Denpasar - Perluasan terminal Bandara Ngurah Rai, Denpasar, Bali terhalang terbatasnya lahan. Untuk itu, sebanyak 35 unit rumah dinas serta sekolah dasar di sekitar bandara akan dibongkar.

Demikian disampaikan Deputy Sekretaris Wakil Presiden RI Bidang Ekonomi Tirta Hidayat usai acara penandatangan nota kesepahaman (MoU) tentang relokasi rumah dinas dan perkantoran di Hotel Kartika Plaza, Jl Kartika Plaza, Kuta, Senin (16/5/2011).

"Untuk bisa menampung 18 juta penumpang per tahun pada tahun 2013 dibutuhkan lahan 10 kali lipat dari yang sekarang. Karena lahan terbatas sehingga kita bingung mau cari lahan. Tanpa pembongkaran tak mungkin bisa diperluas. Untuk itu, rumah dinas, kantor dan SD dirobohkan dan diganti yang baru," kata Tirta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengatakan Angkasa Pura I berencana membangunan dan perluasan terminal penumpang internasional Ngurah Rai berkelas dunia. Pembangunan ini diharapkan mampu menampung sebanyak 24,6 juta orang per tahun pada tahun 2025.

Pembangunan terminal yang menelan Rp 1,94 triliun meliputi pembangunan, di antaranya jalan akses, bangunan pengganti, fly over, apron, terminal, baggage handling system.

Bangunan rumah dinas yang akan dibongkar sebanyak 35 unit, milik instasi pemerintah dari Kementerian Kesehatan sebanyak enam unit, Kementerian Keuangan (9), Kementerian Pertanian (8), Badan Meteorologi dan Geofisika (11) dan Hukum dan HAM RI (1) serta SD 4 Tuban, Badung.

Rumah dinas tersebut akan dibangun dan direlokasi di kawasan Mumbul, Badung.

Sementara itu, Bupati Badung Anak Agung Gde Agung meminta relokasi SD No 4 Tuban yang merupakan sekolah unggulan Badung dibangun lebih baik dan lokasi lebih strategis dari segi lokasi.

"Kita berharap bangunan fisik lebih baik dengan arsitektur Bali dan ruang kelas ditambah dari 17 menjadi 18 ruang kelas," kata Gde Agung.

(gds/anw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads