"Setelah petugas mengecek dan menghitung jumlah uang yang ada di dalam, pelaku membawa Rp 460 juta dan uang Rp 1,9 miliar sudah diamankan. Artinya tidak dibawa. Nah inilah yang menjadi tanda tanya kita," ujar Kapolsek Duren Sawit, Kompol Titik Setyowati kepada wartawan di Mapolsek Duren Sawit, Jakarta Timur, Senin (16/5/2011).
Padahal saat perampok membawa kabur mobil Daihatsu Grand Max bernopol B 9713 FH ini, di dalam mobil terdapat uang sebesar Rp 2,3 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk melacak keberadaan pelaku perampokan, polisi kini mulai memeriksa sejumlah saksi.
"Sudah diperiksa 4 orang saksi, yakni sopir Yunisar Simbolon, satpam Hendrik, satpam Ahmad, dan petugas pengisi atm Zulfikar. Mereka semua sebagai saksi. Untuk pelaku yang kabur ada 3 orang, 1 orang yang di TKP dan 2 penumpang yang naik di jalan," terang Titik.
Perampokan ini terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (15/5) malam, saat mobil bernopol B 9713 FH ini bersama sejumlah petugas sedang mengisi ATM di Apotik Tania, Robusta, Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Saat pengisian ATM, sopir Yunisar turun dari mobil dan duduk di teras apotik. Satpam Ahmad dan seorang tehnisi Zulfikar juga turun untuk mengisi ATM. Sementara yang berada di dalam mobil adalah satpam Hendrik dan seorang anggota brimob. Anggota brimob ini bergabung dengan anggota pengisi ATM saat mobil mengisi ATM di Buaran.
Waktu kedua orang ini di dalam mobil, mesin mobil dalam keadaan hidup. Dan tiba-tiba, muncul lagi 2 orang yang tidak dikenal langsung masuk ke mobil dan membawa kabur mobil dan uang di dalamnya.
(gun/asy)










































