Penggeledahan dilakukan di rumah orang tua Sigit yang terletak di Jl Arjuna, Potrojayan, Serengan, Solo. Rumah itu digeledah polisi sejak siang hingga malam, selama hampir lima jam. Penggeledahan itu disaksikan oleh pengurus RT dan RW setempat.
"Penggeledahan di rumah Sigit Qordowi, pada Minggu, 15 Mei 2011 adalah sebagai berikut satu potong kayu panjang satu meter, kapak satu buah, senapan angin 2 pucuk, pisau lipat satu bilah, mandau dua bilah, sajam penusuk satu buah, samurai satu buah, ikat pinggang paku satu buah," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam melalui pesan singkat, Senin (16/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"2 Buah rompi, VCD porno 15 keping, kaset pita 6 buah. 1 Ember isi serbuk kapur, 1 kantong plastik semen putih, amplop dan surat permintaan donatur, stempel, 2 buah HP," jelas Anton.
Dua terduga teroris, Sigit Qurdowi dan pengawalnya Hendro tewas akibat baku tembak dengan polisi di Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo sekitar pukul 01.00 WIB.
Sigit Qurdowi dan Hendro antara lain merupakan DPO bom gereja dan Mapolsek Pasar Kliwon (Solo) pada bulan Desember 2010. Mereka juga terlibat jaringan terorisme di Cirebon.
Sampai saat ini polisi berhasil membongkar 15 anggota jaringan Cirebon. Termasuk M Syarif (pelaku bom bunuh diri), Sigit dan Hendro yang tewas di Sukoharjo.
(ape/anw)










































