Konferensi 15 Negara Soal Terorisme Digelar di Australia
Kamis, 17 Jun 2004 14:34 WIB
Jakarta - Pejabat-pejabat pasukan khusus dan kontra-terorisme dari Amerika Serikat dan 14 negara Asia mengadakan pertemuan di Australia, hari Kamis (17/6/2004) ini. Pertemuan ini sebagai upaya mengkoordinasikan perang melawan al Qaeda dan sekutu-sekutunya di Asia Tenggara.Konferensi yang digelar selama tiga hari itu dilangsungkan di bawah pengamanan yang sangat ketat di pinggiran kota Bowral, sebelah selatan Sydney. Pertemuan ini sebenarnya telah dimulai sejak Rabu (16/6/2004) kemarin namun dirahasiakan hingga beberapa jam sebelum Menteri Pertahanan Australia Robert Hill berpidato di depan para delegasi, Kamis ini."Mungkin ini tak menyenangkan, tapi kita harus mengakui bahwa wilayah ini merupakan lahan subur bagi para ekstrimis Islam," tukas Hill pada forum yang termasuk komandan pasukan khusus dan pejabat kontra-terorisme dari AS, Cina, Indonesia, Jepang, Malaysia, Filipina, Thailand, Singapura dan Vietnam.Negara-negara lain yang ikut serta dalam pertemuan yang oleh Hill disebut sebagai "yang pertama dari sejenis" adalah Brunei, Kamboja, India, Selandia Baru dan Papua New Guinea. Demikian seperti diberitakan AFP, Kamis (17/6/2004).Dikatakan Menteri Hill, meski adanya penangkapan figur-figur penting al Qaeda dan sekutu pentingnya di Asia Tenggara, Jemaah Islamiyah (JI), kelompok teror tersebut masih tetap "kuat, inovatif dan beradaptasi"."Mereka terus berhasil melakukan operasi-operasi yang relatif kompleks lewat perencanaan operasi yang sangat cermat dan melibatkan jaringan teroris yang belum dikenal sebelumnya," tutur Hill.Departemen Pertahanan Australia menyatakan, tujuan konferensi Regional Special Forces and Counter-Terrorism Conference ini adalah untuk membangun links dan berbagi pengalaman antara badan-badan nasional dan unit pasukan khusus yang menangani terorisme oleh al Qaeda dan kelompok terkait di seluruh wilayah Asia.
(ita/)











































