"Tingkat kepuasan SBY-Boediono di bawah 50 persen ini merupakan lampu kuning untuk perbaikan kinerja SBY-Boediono ke depan. Apalagi jika melihat rating SBY pada Agustus 2010 yang cenderung stagnasi dan tidak menunjukkan popularitas," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari.
Hal itu disampaikan dalam acara jumpa pers Evaluasi Reformasi dan 18 Bulan Pemerintahan SBY-Boediono, di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (15/5/2011). Hadir pula dalam acara tersebut Pengamat Politik Ray Rangkuti dan Pengamat Ekonomi Faisal Basri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei dilakukan pada 25 April-4 Mei 2011 yang diikuti 1.200 responden dengan komposisi gender seimbang. Responden dipilih secara random sampling dan berusia 17 tahun keatas. Wawancara dilakukan secara berhadapan dan dilaksanakan di seluruh provinsi di Indonesia.
"Dari survei itu, sebanyak 28,2 persen menilai keadaan lebih buruk daripada masa Orde Baru dan 27,2 persen menunjukkan keadaan sama saja. Hanya sekitar 22,8 persen yang menyatakan reformasi masih lebih baik dari Orba," imbuhnya.
Temuan hasil tersebut, lanjut Qodari, berbanding lurus dengan presiden favorit. Soeharto masih menjadi presiden paling favorit dengan 36,5 persen memilih Soeharto presiden paling baik.
(feb/fay)










































