JK Sesalkan Warga Sipil di Sukoharjo Tewas, Polri Harus Kurangi Risiko

JK Sesalkan Warga Sipil di Sukoharjo Tewas, Polri Harus Kurangi Risiko

- detikNews
Minggu, 15 Mei 2011 13:16 WIB
Jakarta - Penggerebekan teroris di Sukoharjo, Jawa Tengah menyebabkan seorang pedagang angkringan, Nur Iman, terkena peluru nyasar. Mantan Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) menyesalkan tewasnya warga sipil. Polri seharusnya bisa mengurangi risiko itu.

"Ya itu yang kita sesalkan, tapi kan operasi yang melibatkan senjata memang ada risikonya. Tapi seharusnya risikonya bisa dikurangi," ujar JK usai perayaan ulang tahunnya yang ke-69 di rumahnya, Jalan Brawijaya Raya No 6, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/5/2011).

Namun JK mengapresiasi upaya Densus 88 pada Sabtu dini hari kemarin. "Ya kita mengapresiasikan lah," jelas JK.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua terduga teroris, Sigit Qurdowi dan pengawalnya Hendro tewas akibat baku tembak dengan polisi di Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu (14/5).

Sigit Qurdowi dan Hendro antara lain merupakan DPO bom gereja dan Mapolsek Pasar Kliwon (Solo) pada bulan Desember 2010. Mereka juga terlibat jaringan terorisme di Cirebon.

Sedangkan pedagang angkringan, Nur Iman saat kejadian tembak menembak terjadi, berada di antara kedua belah pihak. Timah panas pun salah satunya mengenai dia. Nur Iman dipastikan tidak terkait kelompok pelaku teror. Polri pun akan memberikan santunan pada keluarga Nur Iman itu.

"Kita turut prihatin dan belasungkawa. Insya Allah akan kita beri santunan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5) kemarin.

(nwk/fay)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini