"Komnas HAM akan selidiki fakta di lapangan apa yang terjadi pada warga sipil tersebut. Jika sudah jelas, Komnas HAM akan rekomendasikan kepada Kapolri untuk mempertanggungjawabkan anggota yang terlibat," Ketua Komnas HAM Ifdhal Kasim.
Hal itu disampaikan Ifdhal usai menghadiri acara ultah JK di rumah JK, Jalan Brawijaya Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (15/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan sebenarnya ini (mengurangi dampak penggerebekan) yang tidak bekerja dengan baik. Adanya adu tembak memicu perhatian masyarakat. Ada yang menonton. Kita tidak tahu pasti bagaimana Nur Iman itu dan bagaimana bisa tertembak," jelasnya.
Dua terduga teroris, Sigit Qurdowi dan pengawalnya Hendro tewas akibat baku tembak dengan polisi di Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo sekitar pukul 01.00 WIB.
Sigit Qurdowi dan Hendro antara lain merupakan DPO bom gereja dan Mapolsek Pasar Kliwon (Solo) pada bulan Desember 2010. Mereka juga terlibat jaringan terorisme di Cirebon.
Sedangkan pedagang angkringan, Nur Iman saat kejadian tembak menembak terjadi, berada di antara kedua belah pihak. Timah panas pun salah satunya mengenai dia. Nur Iman dipastikan tidak terkait kelompok pelaku teror. Polri pun akan memberikan santunan pada keluarga Nur Iman itu.
"Kita turut prihatin dan belasungkawa. Insya Allah akan kita beri santunan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam dalam jumpa pers di Gedung Divisi Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5) kemarin.
(nwk/fay)










































