Polri: Sigit Qurdowi Pimpinan & Pelatih Perakit Bom Tauhid Wal Jihad

Polri: Sigit Qurdowi Pimpinan & Pelatih Perakit Bom Tauhid Wal Jihad

- detikNews
Sabtu, 14 Mei 2011 15:48 WIB
Jakarta - Sigit Qurdowi dan pengawalnya, Hendro, tewas dalam baku tembak dengan polisi di Sukoharjo, Jawa Tengah. Sigit ditengarai tergabung dalam Tim Hisbah atau Tauhid Wal Jihad. Sigit memiliki peran penting dalam kelompok tersebut.

"Sigit merupakan pimpinan dan pelatih perakit bom Tauhid Wal Jihad," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bahrul Alam dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (14/5/2011).

Anton menuturkan, penangkapan terhadap tersangka terorisme di Surakarta dan Sukoharjo merupakan hasil pengembangan penyelidikan dan penyidikan kasus pengeboman masjid di kompleks Mapolresta Cirebon pada 15 April 2011. Dari penyelidikan TKP Mapolresta Cirebon, Polri menangkap satu per satu pelaku pengeboman kelompok Cirebon, termasuk adik kandung pelaku bom bunuh diri, M Syarif.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelompok Depok sebagai penyuplai senjata api dan amunisi dan Tim Hisbah pimpinan Sigit Qurdowi. Mereka mengatasnamakan kelompok mereka Tauhid Wal Jihad, dan ini merupakan pengembangan dari tersangka yang ditangkap di Cirebon," sambungnya.

Menurut Anton, Sigit juga terlibat jaringan terorisme yang ada di Cirebon sebagai pengontrol aksi dan jaringan. Para tersangka kasus bom Cirebon yang tergabung dalam kelompok Tauhid Wal Jihad antara lain Ahmad Basuki bin Abdul Ghafur yang ditangkap pada Minggu 17 April 2011, Arief Budiman bin Akmaludin Sastra Prawira yang ditangkap pada Minggu 24 April 2011, Andri Siswanto bin Junin Mangkoto Alam yang ditangkap pada Rabu 27 April 2011, Musolla ditangkap Senin 2 Mei 2011 dan Ishak Andriana yang ditangkap Jumat 6 Mei 2011.

"Keterangan para tersangka yang ditangkap di Cirebon, melibatkan para tersangka yang ditangkap di Depok, Jawa Barat dan Simo, Boyolali, Jawa Tengah. Mereka berperan sebagai pemasok senjata api dan amunisi," terang Anton.

Tersangka yang ditangkap di Depok adalah Ibrohim alias Boim yang ditangkap pada Minggu 8 Mei 2011. Dari tangan Boim ddapat barang bukti berupa 158 butir peluru kaliber 7,62 mm, 56 butir peluru kaliber 5,56 mm, serta 6 magazine AK 47.

Di Depok, ditangkap pula Ferdiansyah alias Ferdi alias Abu Maria yang ditangkap pada 8 Mei 2011 di Jl Raden Saleh, Cikupa Depok RT 04 RW 10. Sedangkan tersangka yang ditangkap di Simo, Boyolali adalah Zulkifli Lubis alias krupuk alias Lebak alias Abu Irhab. Penangkapan dilakukan pada Minggu 8 Mei 201i. Dari Zulkifli, polisi mengamankan 1 pucuk senjata api FN, 15 butir peluru berkaliber 32 mm dan 26 peluru kaliber 9 mm.

(vit/ndr)


Berita Terkait