Dua terduga teroris tersebut diketahui bernama Sigit Qurdowi dan pengawalnya, Hendro. Baku tembak terjadi di Kampung Dukuh, Desa Sanggrahan, Grogol, Sukoharjo pada Sabtu (14/5/2011) pukul 01.00 WIB.
"Keterlibatan Sigit Qurdowi dan Hendro antara lain merupakan DPO bom gereja dan Mapolsek Pasar Kliwon (Solo) bulan Desember 2010. Juga terlibat jaringan terorisme di Cirebon," kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Polisi Anton Bahrul Alam dalam keterangan pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Sabtu (14/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sekitar pukul 01.00 dua orang pelaku Sigit Qurdowi dan pengawalnya Hendro berboncengan sepeda motor keluar dari rumah daerah Cemani, Sukoharjo. Kedua pelaku ini melihat dua anggota kepolisian," tutur Anton mengisahkan peristiwa baku tembak polisi dengan Sigit dan Hendro.
Kedua pria itu lalu menyerang anggota polisi menggunakan senjata api yang langsung dibalas polisi. Nuriman, pedagang angkringan di lokasi kejadian, tewas terkena peluru nyasar.
"Ketika terdengar suara tembakan, masyarakat lalu keluar dan menonton peristiwa tersebut. Sigit Qurdowi yang menyerang anggota kepolisian dengan menembak membabi buta sehingga mengenai Nuriman," jelas Anton.
Setelah melumpuhkan keduanya, pihak kepolisian menggeledah rumah Sigit dan Hendro. Dari rumah itu, polisi mengamankan barang bukti berupa 3 pucuk pistol, 1 granat manggis yang masih aktif dan 100 butir amunisi campuran untuk senjata api pendek.
(vit/lh)











































