Kapolda Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Edward Aritonang, mengatakan Sigit Qordhowi telah menjadi target buruan polisi sejak akhir Januari lalu seiring penangkapan sejumlah remaja yang menjadi pelaku pembuatan dan peledakan bom rakitan di Klaten.
"Para pelaku yang kami tangkap menyebut nama Sigit Qodhowi ini sebagai inspirator sekaligus instruktur pembuatan bom rakitan itu. Sejak itu dilaporkan Sigit jarang terlihat karena mengetahui sudah dalam pengejaran aparat," ujar Edward dalam keterangannya kepada wartawan di Mapolres Sukoharjo, Sabtu (14/5/2011) siang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian dijelaskannya pula sebelum penangkapan Sigit bersama Hendro, polisi telah menangkap empat anggota jaringan Sigit di Surakarta dan sekitarnya. Mereka adalah Ari Agung Santoso (ditangkap di Tawangmangu, Karanganyar), Heri Jablay (di Mojolaban, Sukoharjo), Hari Nobita (di Mojolaban, Sukoharjo), dan Arifin (di Karangpandan, Karanganyar).
"Mereka ditangkap beruntun pada empat hari terakhir. Dari mereka kami menyita dua senjata api jenis FN dan lebih dari 600 amunisi. Dari pemeriksaan intensif yang dilakukan anggota, mereka mengaku mendapatkan senjata dan amunisi itu dari Sigit Qordhowi. Dari informasi-informasi itulah kami semakin mendapat data tentang dia (Sigit)," ujarnya.
(mbr/ndr)











































