"Para petugas yang berada di lapangan sudah diperiksa, informasi awal kematian Nur Iman karena tembakan tersangka. Namun kita juga akan melakukan uji proyektil untuk memastikan dari senjata mana peluru yang menewaskannya. Ini penting agar tidak timbul syakwasangka. Kami jamin tidak akan ada rekayasa apapun," kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Edward Aritonang, kepada wartawan di Mapolres Sukoharjo, Sabtu (14/5/2011) siang.
Laporan yang diterima Edward dari tim di lapangan, Nur Iman ditembak tersangka yang panik saat diserga. "Merek melakukan tembakan secara membabi-buta untuk melakukan perlawanan," ujar Edward.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah diperhitungkan amunisi para tersangka menipis dan habis, komandan di lapangan memerintahkan anggota untuk mengejar dan melumpuhkan keduanya. Setelah dilakukan penyisiran, ditemukan tiga jenazah. Dua tersangka bernama Sigit Qordhowi dan Heru, serta pedagang angkringan bernama Nur Iman," paparnya.
Ketiga jenazah saat ini dibawa ke RS Polri Jakarta untuk diidentifikasi. Setalah proses pemeriksaan dan indentifikasi selesai, ketiganya akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Lebih lanjut Edward menegaskan, di lokasi kejadian petugas menemukan empat senjata yang dibawa kedua tersangka, yaitu dua pucuk senjata jenis FN, satu pucuk senjata jenis baretta, dan satu granat aktif.
(mbr/ndr)











































