Polisi Akan Periksa Jenis Peluru yang Tewaskan Penjual Angkringan

Polisi Akan Periksa Jenis Peluru yang Tewaskan Penjual Angkringan

- detikNews
Sabtu, 14 Mei 2011 11:58 WIB
Sukoharjo - Nur Iman, pedagang angkringan meregang nyawa akibat baku tembak antara dua tersangka teroris dengan Densus 88. Polisi menegaskan Nur Iman tewas akibat tembakan tersangka teroris. Namun agar tidak timbul kecurigaan peluru yang tewaskan Nur Iman akan diperiksa.

"Para petugas yang berada di lapangan sudah diperiksa, informasi awal kematian Nur Iman karena tembakan tersangka. Namun kita juga akan melakukan uji proyektil untuk memastikan dari senjata mana peluru yang menewaskannya. Ini penting agar tidak timbul syakwasangka. Kami jamin tidak akan ada rekayasa apapun," kata Kapolda Jawa Tengah, Irjen (Pol) Edward Aritonang, kepada wartawan di Mapolres Sukoharjo, Sabtu (14/5/2011) siang.

Laporan yang diterima Edward dari tim di lapangan, Nur Iman ditembak tersangka yang panik saat diserga. "Merek melakukan tembakan secara membabi-buta untuk melakukan perlawanan," ujar Edward.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Edward memaparkan saat kejadian terjadi kedua tersangka, Sigit Qordhowi dan Hendro, memang sudah dikuntit sejumlah anggota Densus. Mengetahui diikuti keduanya kemudian berhenti dan berbalik menyerang para anggota Densus dengan melepaskan tembakan membabi-buta. Pada saat itulah, kata Edward, Nur Iman jatuh tersungkur akibat terkena tembakan.

"Setelah diperhitungkan amunisi para tersangka menipis dan habis, komandan di lapangan memerintahkan anggota untuk mengejar dan melumpuhkan keduanya. Setelah dilakukan penyisiran, ditemukan tiga jenazah. Dua tersangka bernama Sigit Qordhowi dan Heru, serta pedagang angkringan bernama Nur Iman," paparnya.

Ketiga jenazah saat ini dibawa ke RS Polri Jakarta untuk diidentifikasi. Setalah proses pemeriksaan dan indentifikasi selesai, ketiganya akan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Lebih lanjut Edward menegaskan, di lokasi kejadian petugas menemukan empat senjata yang dibawa kedua tersangka, yaitu dua pucuk senjata jenis FN, satu pucuk senjata jenis baretta, dan satu granat aktif.

(mbr/ndr)


Berita Terkait