"Setelah penembakan itu, Pak Nur Iman tidak diketahui keberadaannya. Kalau dia ikut tertembak, mungkin dia hanya korban salah tembak. Kami yakin Pak Nur tidak terlibat terorisme. Dia aktif sebagai pengurus kampung dan tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan," ujar Suharno, warga setempat saat ditemui detikcom di lokasi penggerebekan, Sabtu (14/5/2011).
Wadiyah, warga lainnya, menceritakan, saat penyergapan ia melihat sekitar sepuluh orang mengejar dua orang yang mengendarai sepeda motor dan masuk ke gang. "Tak lama kemudian terjadi keributan dan suara tembakan," ujar Wadiyah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari ceceran darah di lokasi memang menunjukkan ada dua lokasi genangan darah yang berjarak sekitar 20 meter. Genangan yang pertama berada di pinggir jalan dan kedua di dekat warung angkringan. Diduga darah yang di dekat angkringan diduga berasal dari Nur Iman, penjual angkringan yang ikut ditembak.
Sebelumnya, Kapolda Jateng Irjen Pol Edward Aritonang menyatakan 3 orang tewas dalam penyergapan, termasuk 1 pedagang angkringan. Dua terduga teroris itu adalah FQ dan H. Sementara pedagang angkringan itu adalah NI.
Sedangkan informasi yang diterima detikcom dari sumber kepolisian menyebutkan, dua orang yang disergap di jalan itu berinisial SQ dan HY. Keduanya selama ini memimpin organisasi kelaskaran di Solo. Namun sumber tersebut enggan menanggapi tentang nasib Nur Iman.
(mbr/lrn)










































