Anwar Berpuisi Keliling, Ajak Pilih Capres Reformis
Kamis, 17 Jun 2004 13:08 WIB
Palembang - Seorang penyair Palembang, Anwar Putra Bayu, melakukan pembacaan puisi keliling di tengah masyarakat Palembang. Targetnya memberikan pendidikan politik di masyarakat agar memilih calon presiden yang bersih, jujur, dan reformis."Saya baca puisi dalam acara apa saja, dan di mana saja, asal berkaitan dengan kegiatan pemilihan presiden mendatang," kata Anwar Putra Bayu dalam perbincangan dengan detikcom di Palembang, Kamis (17/6/2004).Menurut Bayu, kampanye pendidikan politiknya itu targetnya agar masyarakat dapat menggunakan hati nurani dan akal sehatnya untuk memilih seorang calon presiden dan pasangannya."Tapi hati nurani dan akal sehat yang saya maksud tentunya agar memilih capres yang bersih, jujur, dan reformis," kata penyair yang membacakan Teks Proklamasi Indonesia II di Taman Budaya Solo tahun 1995 lalu, yang berbuntut dengan dirinya dicari-cari petugas dari Kodam II Sriwijaya.Aksi baca puisi Anwar Putra Bayu ini dimulai saat deklarasi Koalisi Parpol dan NGO di Sumsel yang mendukung dwitunggal Amien-Siswono pada 31 Mei 2004 di Hotel Bumi Asih Palembang. Kemudian deklarasi bersama tim kampanye capres dan cawapres yang digelar KPU Sumsel di lapangan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, lalu acara sosialisasi pemilihan capres di masyarakat Karyajaya yang terancam digusur."Dalam waktu dekat ini saya akan baca puisi di kampus IAIN Raden Fatah Palembang dan LBH Palembang," kata mantan Ketua KIPP (Komite Independen Pemantau Pemilu) Sumsel ini.Puisi-puisi yang dibacakan Anwar Putra Bayu selain karya miliknya seperti Dunia Santet, juga puisi orang lain, misalnya milik penyair Hamid Jabbar yang meninggal dunia beberapa waktu lalu, berjudul Sepakbola Kuning.Koordinator Forum Seniman Sumsel untuk Reformasi Kebudayaan (FSRK) ini mengharapkan presiden dan wakilnya yang akan terpilih mendatang dalam kabinetnya nanti akan mengangkat seorang Menteri Kebudayaan. "Dan menteri ini diambil dari seorang seniman atau budayawan yang telah terbukti memperjuangkan kebudayaan, terutama soal kebebasan berekspresi," kata Anwar Putra Bayu.Siapa? "Wah banyak, kok. Sebut saja Gunawan Muhammad atau Eros Djarot," jawabnya.
(nrl/)











































