"Pelabuhan harusnya juga bisa mengantisipasi. Sehingga tidak ada penumpukan di Tanjung Priok. Tersedia buffer parking dengan luas yang optimal," ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono saat dihubungi wartawan, Jumat (13/5/20110)
Tidak hanya itu, pria yang akrab disapa Pris menyarankan, lokasi pool truk dan depo yang dekat dengan pabrik atau kawasan industri mengubah waktu kerjanya sehingga tidak menyebabkan truk-truk 'keluyuran' di jam sibuk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, selama ini truk mengambil ruang yang besar di jalan. Banyak truk yang tidak layak jalan dan melebihi beban muatan sehingga menyebabkan kecepatan truk yang berimbas pada kemacetan atau antrean panjang di jalan.
"Jumlah truk yang lalu lalang secara rutin lebih dari 3.500 kendaraan. Rata-rata kecepatan kendaraan di bawah 40 kilometer per jam. 70% Setiap 100 meter di ruas tol dalam kota dikuasai truk," jelas Pris.
Jika program pembatasan kerja truk berhasil di jalan-jalan tol, maka Dishub DKI Jakarta akan melanjutkan program tersebut di jalan-jalan arteri di Jakarta.
Sementara itu, Polda Metro Jaya belum mengetahui rencana Organda yang akan berdemo menentang kebijakan pembatasan jadwal operasi truk. "Tadi kami sudah koordinasi dengan Ditlantas, kemungkinan hal itu tidak ada," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Baharuddin Djafar.
(fiq/vit)











































