Seperti Pecinta Osama, Pecinta Israel Seharusnya Juga Boleh Beracara

Seperti Pecinta Osama, Pecinta Israel Seharusnya Juga Boleh Beracara

- detikNews
Jumat, 13 Mei 2011 16:44 WIB
Seperti Pecinta Osama, Pecinta Israel Seharusnya Juga Boleh Beracara
Jakarta - Setiap orang memiliki hak yang sama. Menurut pengamat politik dan agama, Mohamad Guntur Romli, jika pecinta Osama boleh menggelar acara, maka hal yang sama seharusnya diberikan kepada para pecinta Israel yang akan menggelar perayaan HUT Israel.

"Itu hak mereka, selama acaranya tidak melanggar hukum. Kalau pecinta Osama bikin acara dibolehkan maka seharusnya pecinta Israel juga dibolehkan sepanjang tidak melanggar hukum," ujar Guntur dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (13/5/2011).

Menurutnya, jika pecinta Israel dibolehkan menggelar perayaan HUT Israel, hal itu tidak akan menimbulkan dampak apapun. Sebab yang mendukung Palestina lebih banyak ketimbang yang mendukung Israel.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Yang mendukung Palestina lebih banyak. Saya kira tidak semua pecinta Israel anti Palestina," tambah Guntur.

Terkait ada tidaknya motif lain di balik kegiatan ini, Guntur mengaku tidak tahu. Namun dia meminta hal ini tidak dibesar-besarkan.

"Saya tidak tahu (motif lain) karena masalah ini belum jelas. Sebaiknya tidak perlu dibesar-besarkan," ucapnya.

Rencananya, besok Komunitas Pecinta Israel akan merayakan HUT Israel. Namun gara-gara belum mengantongi izin dari Kepolisian, Ketua Panitia Perayaan HUT Israel, Unggun Dahana (48), akhirnya menunda acara perayaannya pada 14 Mei 2011. Acara itu ditunda hingga izin kepolisian keluar, sekitar 1 hingga 2 pekan ke depan.

Dalam rilisnya pada Kamis (12/5) kemarin, Unggun menjelaskan, latar belakang acara ini adalah: Sebagai warga negara yang cinta Proklamasi Republik Indonesia, dan menjunjung tinggi Kedaulatan Republik Indonesia.

Sedangkan tujuan acara adalah: Mengakui dan menghormati Kedaulatan Israel sebagai Negara Yahudi. Rencana ini menuai kritik dari berbagai kalangan. Namun Unggun menegaskan akan tetap menggelar acara tersebut. Unggun yang mengaku asli Yogyakarta, lulusan ITS dan konsultan migas, ini menyangkal apa yang dilakukannya hanyalah upaya mencari sensasi belaka.

(vit/fay)


Berita Terkait