Kampanye Siswono di Tanjungraja Sumsel Disemprit Panwaslu
Kamis, 17 Jun 2004 11:47 WIB
Palembang - Kampanye Siswono Yudho Husodo, cawapres Amien Rais, di lapangan sepakbola, Tanjungraja, Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Rabu (9/6/2004) lalu, dinilai Panwaslu Sumsel mengandung pelanggaran administrasi. Sebab sejumlah atribut kampanye berupa spanduk dukungan dipasang di lingkungan sarana pendidikan."Soal pelanggaran tersebut, kami sudah menyampaikan rekomendasi atau laporannya ke KPU Sumsel," kata Wakil Ketua Panwaslu Sumsel, Nur Kholis, kepada pers di Palembang (17/6/2004).Menurut Nur Kholis, selain pemasangan spanduk di lingkungan sekolah, rapat umum itu juga melibatkan pelajar dari sekolah yang berada di sekitar lapangan sepakbola di mana kampanye tersebut berlangsung waktu itu.Menurut Nur Kholis, dua spanduk yang dimaksud terpasang di dalam lingkungan sarana pendidikan SMP-SMA 1 Perguruan Muhammadiyah Tanjungraja.Dalam spanduk tertera kalimat "Keluarga Besar SMA Muhammadiyah 1 Tanjungraja Siap Mendukung Dwi Tunggal Amien Rais-Siswono menjadi Presidan dan Wakil Presiden RI 2004-2009 pada Pemilu 5 Juli 2004". Selanjutnya dalam spanduk lain tertera kalimat "Yth....Amien Rais-Siswono. Basmi KKN Tuntaskan Reformasi".Namun anggota KPU Sumsel Joko Siswanto yang dikonfirmasi pers mengatakan Panwaslu Sumsel seharusnya melakukan klarifikasi dulu terhadap dugaan pelanggaran. "Seharusnya mereka klarifikasi dulu ke pihak yang bersangkutan dan tidak langsung diteruskan ke KPU," kata Joko yang mengaku telah menerima rekomendasi dari Panwaslu Sumsel. Namun sejauh ini belum dapat memutuskan tindakan yang bakal diambil oleh KPU terhadap dugaan pelanggaran administrasi tersebut.TeknisKoordinator Media Center Tim Pemenangan Pemilu 2004 Dwi Tunggal Amien-Siswono di Sumsel, Ivan Iskandar, saat dihubungi mengatakan pemasangan spanduk di dinding sekolah itu lantaran alasan teknis. "Di sekitar lapangan sepakbola itu hanya di lokasi tersebut yang dapat dipasangi, yang jaraknya sekitar satu meter dari batas lapangan sepakbola. Selain itu di sekitar lokasi kampanye tak ada tiang listrik atau pohon untuk memasang spanduk," katanya.Mengenai kehadiran para pelajar itu, kata Ivan, bukan disengaja atau dimobilisasi. "Itu kebetulan saja. Kalau memang disengaja, alangkah bodohnya kami bila mereka tetap mengenakan seragam sekolah. Apalagi rapat umum itu sifatnya adalah undangan terbuka kepada seluruh masyarakat di Tanjungraja, bukan mobilisasi massa," katanya.
(nrl/)











































