"Yang mengutarakan email komisi8@yahoo.com adalah staf ahli Komisi VIII DPR. Saya tidak tahu apakah dia gugup atau kenapa, tapi yang jelas itu sudah mempermalukan DPR, saya dengar pimpinan sudah mau menegur dan memberi sanksi, bisa saja diganti," ujar anggota Komisi VIII DPR, Zulkarnaen Djabar, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (12/5/2011). Staf ahli itu berinisial AS.
Ia pun berharap pimpinan Komisi VIII DPR segera mengklarifikasi. Kalau tidak maka publik yang sudah memandang jelek komisi VIII DPR tak tahu sebenarnya yang terjadi.
"Kenapa kok yang bersangkutan belum diklarifikasi. Saya kira perlu ada teguran untuk mereka lebih sempurna dalam tujuan masing-masing khususnya pada hal yang teknis itu kan tugas mereka. Ini penting supaya DPR dalam melaksanaklan tugasnya lebih paripurna sebaiknya pimpinan memanggil yang bersangkutan," tuturnya.
Ia menjelaskan selama ini aktivitas anggota DPR diatur langsung oleh staf ahli baik komisi maupun pribadi. Lain dengan mahasiswa yang memegang emailnya sendiri.
"Status anggota DPR berbeda dengan mahasiswa. Karena pejabat negara hal yang bersifat teknis itu ada pada tingkat staf. Kalau ditanya email apa handphone tentu pada staf dan ajudannya," tandasnya.
Sebelumnya Ketua DPR Marzuki Alie meminta komisi VIII mencari tahu siapa yang nyletuk email komisi8@yahoo.com yang kemudian ramai di youtube. Ia juga meminta yang bersangkutan diberi sanksi.
(van/ndr)











































