TNI Akan Tembak Mati Bajak Laut

TNI Akan Tembak Mati Bajak Laut

- detikNews
Kamis, 17 Jun 2004 11:40 WIB
Jakarta - TNI AL akan menembak mati setiap perompak atau pembajak kapal laut yang menggunakan senjata. Tindakan keras itu diambil terkait maraknya pembajakan di laut yang bila tertangkap hanya dihukum ringan. Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Bernard Kent Sodakh usai memberikan penghargaan Brevet kepada ABK KRI Karel Sasuit Tubun yang berhasil menangkap perompak anggota GAM, di Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (17/6/2004)."Setiap ketemu perompak yang menggunakan senjata, apalagi menembak dulu, tak perlu ditangkap hidup-hidup. Tembak mati saja. Pengalaman kita selama ini setelah mereka ditangkap sampai ke pengadilan rata-rata di penjara cuma sampai 5-6 bulan setelah keluar merompak lagi," kata KSAL. KSAL menegaskan tembakan mati tersebut tidak melanggar hukum. Tembak mati diizinkan untuk membela diri dari pelaku kejahatan yang menggunakan senjata. "Ya ada (dasar hukumnya) dengan alasan untuk membela diri. Bila dia menggunakan senjata maka ditembak mati," jelasnya. Selat MalakaKSAL, dalam kesempatan itu, juga menjelaskan, untuk pengamanan Selat Malaka sebenarnya sudah dibentuk Coordinating Patrol Indonesia-Malaysia dan Indonesia-Singapura. Tim itu bertugas seraca shift tiap satu bulan.Meski telah dilakukan pengamanan, KSAL tak memungkiri kemungkinan masih adanya perompak yang lolos. "Laut Selat Malaka tidak selebar danau sunter. Apalagi di Riau itu banyak ribuan pulau kemungkinan yang lolos itu pasti ada," kata KSAL.Untuk lebih meningkatkan pengamanan Selat Malaka, Bernard mengajak KSAL negara lain yakni Singapura dan Malaysia untuk membentuk gugus tugas khusus. Pertemuan untuk membahas hal itu akan dilakukan bulan depan. (iy/)


Berita Terkait