"Pemerintah Indonesia selalu peduli dengan keadaan WNI yang berada di luar negeri. Dalam kasus ini di mana terdapat 12 ABK asal Indonesia yang menjadi sandera, kita terus berkoordinasi dan berkomunikasi dengan pihak Singapura karena pihak Singapura sebagai pemilik kapal," kata Jubir Kemlu, Michael Tene di Kementerian Luar Negeri, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Jumat (13/5/2011).
Dikatakan dia, dari 25 ABK tersebut tidak semuanya berasal dari Indonesia. "Jadi ini adalah koordinasi lintas negara. Tetapi ujung tombaknya tetap pada Singapura sebagai pemilik kapal," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum dapat kita ungkapkan di sini karena memang hal ini masih dalam koordinasi dengan pihak Singapura," kata Tene.
Operator kapal MT Gemini, Glory Ship Management, menuturkan, kapal tanker MT Gemini yang membawa minyak sawit mentah dari Indonesia ke Mombasa, Kenya, dibajak perompak pada Sabtu subuh di perairan Kenya.
Kapal MT Gemini berisi kapten dan 3 kru dari Korsel, 13 WNI, 3 warga negara Myanmar dan 5 warga China. Kemlu Korsel langsung membentuk tim tanggap darurat di Seoul, Singapura dan Kenya, untuk membebaskan MT Gemini dan kru melalui misi penyelamatan yang dipimpin Singapura. Namun kapal MT Gemini telah ditarik ke kawasan Somalia oleh perompak.
(aan/fay)











































