Program Cat Semprot Bagi Penumpang Atap KRL Dievaluasi

Program Cat Semprot Bagi Penumpang Atap KRL Dievaluasi

- detikNews
Jumat, 13 Mei 2011 12:20 WIB
Jakarta - Penertiban penumpang atap KRL dengan cat semprot menimbulkan kericuhan. PT KAI tengah melakukan evaluasi terhadap kelanjutan penertiban itu.

"Proses evaluasi hari ini sedang berjalan. Kita tunggu saja. Saya tidak bisa menentukan," ujar Kepala Stasiun Pasar Minggu, Darmin,saat ditanya wartawan mengenai kelanjutan penertiban penumpang, Jumat (13/5/2011).

Darmin menyampaikan hal tersebut di Stasiun Kalibata, Jakarta Selatan, usai melakukan inspeksi di pintu perlintasan kereta 16B di dekat stasiun tersebut. Meski hanya berjarak 50 meter dari Stasiun Kalibata, pintu Perlintasan Jalan 16B tersebut berada di bawah wilayah struktural Stasiun Pasar Minggu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada pintu perlintasan inilah dipasang penyemprot cat yang digunakan untuk menandai penumpang di atap kereta. Setiap ada penumpang di atas atap, petugas lantas menyalakan alat penyemprot tersebut. Selanjutnya, penumpang yang sudah terkena cat akan ditertibkan di Stasiun Manggarai.

"Diletakkan di atas gardu, ada sistemnya. Pakai saklar tinggal pencet dan dinyalakan selama kereta melintas. Penumpang yang sudah terkena cat akan ditertibkan di Stasiun Manggarai," tutur Darmin.

Meski penyemprot tersebut berada di sekitar Stasiun Kalibata, namun
kondisi stasiun tersebut dipastikan aman. Kepala Stasiun Kalibata, Ahmad Hidayat, menegaskan penumpang yang naik atau turun di stasiun ini masih merasa aman.

"Untuk Stasiun Kalibata aman, tidak ada masalah. Penumpang yang di atap juga tidak anarkis," kata Ahmad di kantornya.

Sebelumnya, tadi pagi, penertiban penumpang atap KRL di Stasiun Manggarai berlangsung ricuh. Penumpang yang telah disemprot cat melawan saat hendak ditertibkan. Beberapa diantaranya melempari petugas dengan batu.

(adi/nik)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads