Ketua DPR Minta Komisi VIII Cari Staf yang Sebut Komisi8@yahoo.com

Ketua DPR Minta Komisi VIII Cari Staf yang Sebut Komisi8@yahoo.com

- detikNews
Jumat, 13 Mei 2011 11:59 WIB
Jakarta - Insiden email komisi8@yahoo.com di benar-benar menampar muka DPR. Tidak heran Ketua DPR Marzuki Alie pun meminta Komisi VIII DPR untuk mencari staf ahli yang menyebut email tersebut seperti dalam tayangan youtube yang diunggah pelajar Indonesia di Australia.

"Saya suruh telusuri yang ngomong siapa, katanya tenaga ahli itu, jadi rusak semua," kata Marzuki saat menemui mahasiswa UI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/5/2011).

Bukan hanya sekedar dicari, Marzuki juga meminta agar diberikan sanksi tegas bagi siapa pun yang menyebut email komisi8@yahoo.com.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah minta dicari itu, kalau perlu diberhentikan," imbuhnya.

DPR, lanjut Marzuki, sudah memiliki alamat email resmi. Semestinya alamat itu yang diberikan kepada para pelajar Indonesia di Australia.

Isu email ini bermula dari peristiwa di KJRI Melbourne, pada Rabu 27 April malam waktu setempat. Dengan percaya diri Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding --yang memimpin studi banding RUU fakir miskin-- membuka diskusi dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Australia. Sejumlah program dan tujuan kunjungan dipaparkan politisi PKB itu.

Hingga akhirnya sampai kepada sesi tanya jawab, tiba-tiba seorang pelajar meminta alamat email para anggota dewan. Anggota DPR itu pun menjawab, kepada para pelajar akan diberi alamat email Komisi VIII DPR.

Ada juga celetukan yang meminta agar tiap anggota Dewan memberi alamat email masing-masing. Namun anggota Komisi VIII sepertinya sudah sepakat, alamat email yang diberikan adalah alamat resmi Komisi VIII.

Dalam video di Youtube bertajuk 'Email resmi Komisi 8 DPR RI' juga terlihat, anggota DPR berjaket hitam sibuk meminta kepada stafnya dan juga rekannya, apakah alamat email Komisi VIII. Hingga akhirnya keluar ucapan dari seorang staf anggota DPR perempuan, "Alamat email Komisi VIII @yahoo.com."


(ndr/vta)


Berita Terkait