"Masyarakat masih marah wajar, masyarakat merasa tidak terwakili, betul. Karena itu kita harus merubah renstra agar aspirasi masyarakat dapat diserap betul, kita mau tata dengan sistem. Lembaga ini harus dilakukan perubahan atau distrust," ujar Marzuki saat menemui mahasiswa UI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (13/5/2011).
Banyak faktor yang membuat kepercayaan rakyat terhadap DPR kian turun. Salah satunya kasus hukum yang menimpa sejumlah anggota DPR.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Marzuki sedang berusaha keras memperbaiki renstra DPR. Ia berharap kelak anggota DPR dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.
"Kenapa program renstra kita didukung KPK? KPK sudah pelajari, disini KPK sudah tahu ada pencegahan jual beli dagang sapi yang terjadi selama ini realita DPR sebelumnya. KPK sebentar lagi membuat fokus group discussion untuk menata renstra DPR ini ke depan. Kita ini bekerja fokus untuk merubah sistem untuk ke depan," paparnya.
Ia berharap perbaikan sistem di DPR akan membuahkan hasil. Sehingga DPR kelak menjadi lembaga legislatif yang kuat.
"Kalau DPR kuat, pemerintah nggak bisa macam-macam. BPJS itu nggak akan seperti kemarin. Tidak penting interpelasi yang penting bagaimana program bisa jalan, bagaimana DPR menjadi lembaga politik yang kuat. Tapi akhirnya jadi panggung politik," tandasnya.
(van/nrl)











































