KSAL: Bantuan Amankan Selat Malaka Sebatas Sharing Intelijen
Kamis, 17 Jun 2004 10:46 WIB
Jakarta - KSAL Laksamana Bernard Kent Sondakh menegaskan tidak butuh bantuan mengamankan Selat Malaka. Yang dibutuhkan hanya sebatas sharing informasi intelijen."Tidak perlu bantuan dari negara lain untuk Selat Malaka. Kasih tahu sama yang mau ngirim (bantuan), saya butuh bantuan hanya sebatas sharing informasi intelijen. Pangkalan juga tidak perlu. Kita ini punya martabat dan berdaulat."Demikian tukas Bernard usai acara pemberian penghargaan brevet ABK KRI Karel Sasuit Tubun di Markas Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (17/6/2004).Ada pernyataan Panglima Armada Asia Pasfic Admiral Fargo yang berencana akan ikut mengamankan Selat Malaka? tanya wartawan."Tidak perlu, kecuali sharing informasi intelijen. Bukan hanya dengan AS, kita memiliki suatu wadah bernama West Pasific Nation Symposium yang terdiri dari 26 negara Asia Pasifik. Kita sudah punya sharing intelijen," kata Bernard.Jadi di dalam wadah tersebut, lanjut dia, tidak ada pengerahan kekuatan. Kalau suatu saat TNI AL melakukan operasi terbatas, boleh-boleh saja negara lain meminta, tapi komando tetap di negara pantai.Ada agenda terselubung dari AS atau Singapura? "Kalau kita dianggap tidak mampu, otomatis Selat Malaka yang digunakan oleh internasional, dengan dalih kita tidak mampu, banyak perompak, banyak pembajak, maka semua negara yang lewat situ meminta pengawalan. Dengan kata lain, pengendalian Selat Malaka bisa tergeser ke negara lain," tuturnya.Mengenai adanya indikasi di Selat Malaka bakal terjadi aksi terorisme, bahkan akan ada kapal menabrak kapal tanker, menurut Bernard, teroris di laut itu tidak mudah."Saya punya pengalaman di laut. Soal bom bunuh diri di tanker itu hanya 0,00 persen, alias mustahil. Operasi yang dilakukan teroris di laut itu tidak mudah. Apalagi dengan menggunakan 4.000 kilo TNT untuk menghancurkan kapal tanker. Membawanya saja sulit, apalagi menabrakkannya dengan kondisi target kapal yang terus bergerak, dan gelombang laut," tukasnya."Untuk itu, jangan kita dibodohi orang. Walau begitu, kita juga jangan lalai. Kalau ada yang mengatakan pembajak mudah naik kapal dan meledakkan kapal, itu orang pasti kebanyakan nonton film, hahaha. Kita jangan ditipu. Kita takut teroris ketawa," ujar Bernard.
(sss/)











































