Akibat kejadian tersebut, beberapa kaca stasiun pecah. Sebagian loket penjualan tiket mengalami kerusakan cukup parah. Perjalanan KRL juga sempat terganggu beberapa menit.
Menurut seorang saksi mata, Joko Santoso, kericuhan bermula ketika KRL Ekonomi jurusan Bogor-Jakarta tiba di Stasiun Manggarai pukul 06.35 WIB, Jumat (13/5/2011). Kereta itu penuh sesak oleh penumpang, sebagian di antaranya duduk di atap gerbong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pas tahu ada razia, penumpang turun dari atap dan langsung melawan petugas. Mereka sudah sedia batu-batu dan dilemparkan ke arah petugas. Petugas lari," kata Joko saat dihubungi detikcom.
Menurut Joko, jumlah petugas kalah jauh dengan penumpang KRL yang ikut menyerang. Akibatnya, mereka tidak kuasa untuk melawan para penumpang yang beringas.
"Tadi saya ada 3 aparat polisi, sebagian kayak Satpol PP. Ya, memang mungkin karena kurang personel, jadi mereka tidak berani menghalau," imbuh Joko, yang menyaksikan peristiwa itu dari dalam KRL.
Selain mendesak mundur petugas, penumpang juga merusak beberapa fasilitas di stasiun. Namun, ia tidak melihat adanya petugas atau massa yang mengalami luka-luka.
"Yang merusak itu anak-anak muda rata-rata. Saya lihat mereka sangat emosi, dan sebagian memprovokasi 'ayo maju terus, ayo maju terus'" katanya.
Humas DAOPS I PT KAI Mateta Mateta Rizalulhaq membenarkan adanya kericuhan tersebut. Namun, ia menyangkal adanya tindakan pengrusakan yang dilakukan penumpang di stasiun.
"Bukan pengrusakan, itu ada penumpang tiban yang kena semprotan di Kalibata. Tadi di Stasiun Manggarai dilakukan penangkapan. Kejadiannya pagi ini pukul 06.00 WIB," katanya.
(irw/nvc)










































