"Kita perlu yang 50-60 seat, sementara CN-235 itu 35 seats. Mereka di kelas berbeda," ujar Dirut PT Merpati Nusantara, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (12/5/2011).
Hasil uji kelayakan terbang juga menyebutkan MA-60 cocok untuk menerbangi rute penerbangan pendek yang ramai penumpang. Terutama untuk medan berat seperti kondisi geografis Papua dan Papua Barat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar tidak mengganggu jadwal penerbangan yang ada, maka dua unit baru MA-60 yang baru tiba dari China dipercepat proses verifikasinya. Setelah tuntas urusan bea cukai, maka sertifikasi kelayakan terbang segera dilakukan.
"Pemeriksaan ini berlangsung serempak. Pesawat yang diperiksa, akan digantikan oleh dua unit yang baru tiba ini," ujar Sardjono.
(lh/ndr)










































