Jelang Pilpres, AS Ingatkan Lagi Warganya Jauhi Indonesia
Kamis, 17 Jun 2004 08:17 WIB
Jakarta -
Deplu AS kembali mengingatkan warga negaranya untuk tidak melakukan perjalanan tidak penting ke Indonesia. Alasannya sama, adanya ancaman teroris di negeri ini, utamanya menjelang Pilpres 5 Juli nanti.Dalam travel warning yang dikeluarkan Rabu waktu AS (16/6/2003) seperti dilansir AP, disebutkan bahwa warga AS disarankan menghindari aksi demonstrasi dan perkumpulan massa yang bisa melahirkan kekerasan atau kerusuhan yang tidak diduga."Jamaah Islamiyah (JI) dan kelompok teroris serupa bisa jadi menggunakan pemilu tersebut sebagai kesempatan untuk melancarkan serangan," demikian peringatan Deplu AS.Peringatan AS terbaru sebelumnya muncul saat muncul SMS bernada ancaman pembunuhan pada manajer asing PT Inco-Sulsel, bulan lalu. Selain AS, negara lain yang mengeluarkan peringatan perjalanan sejenis karena kasus itu adalah Australia, Kanada dan Inggris.Setelah diselidiki, ternyata pengirim SMS gelap itu adalah dokter gigi WNI yang bekerja di PT Inco. Teroris ini mengaku kedudukannya terancam bila PT Inco akan mendatangkan dokter dari negeri Barat. Atas terkuaknya kasus ini, Deplu RI meminta AS dkk untuk mencabut travel warning. Tapi AS malah memperbaruinya.Menlu Colin Powell sebelum 5 Juli nanti akan bertandang ke Indonesia guna menghadiri konferensi negara Asia Pasifik.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































