"Saat ini, Dinas PU telah menyelesaikan 90 persen pemasangan pondasi dari total 200 tiang penyangga jalan layang non tol ruas Blok M-Antasari," kata
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemprov DKI Jakarta, Ery Baskoro, dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Jati Baru, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2011).
Menurut dia, untuk ruas Jalan Mas Mansyur, Casablanca, bored pile (tiang pancang) sudah selesai dipasang. Hanya pile cap yang baru terpasang 25 persen dari total 66 unit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan, terlambatnya pemasangan pile cap pada Jalan KH Mas Mansyur karena ada 2 pipa induk air bersih dari PD PAM Jaya yang membutuhkan kehati-hatian dalam proses pekerjaan pondasi.
"Kami tidak bisa pindah pipa karena itu merupakan utilitas vital. Makanya, kami kerjakan pemasangan pondasi dengan sangat hati-hati," ujar Ery.
Proses jalan layang non tol Antasari-Blok M terdiri dari 5 paket. Paket pertama, Pasar Cipete dengan anggaran Rp 309 miliar oleh PT Pembangunan Perumahan. Paket dua, Cipete Utara dengan anggaran Rp 245 miliar dikerjakan oleh PT Yasa.
Selanjutnya paket ketiga, Brawijaya dengan anggaran Rp 246 miliar dikerjakan oleh PT Hutama Karya dan Nindya Karya. Paket keempat, Prapanca dengan anggaran Rp 243 miliar dan dikerjakan oleh PT Modern Lampiri dan paket kelima, Lapangan Mabak dengan anggaran Rp 245 miliar oleh PT Waskita.
Sementara itu, jalan layang non tol Tanah Abang-Kampung Melayu dikerjakan dengan 3 paket. Paket pertama, Jalan KH Mas Mansyur-Casablanca oleh PT Istaka Karya Sumber Sari dengan anggaran Rp 209 miliar. Paket kedua, wilayah Casablanca dikerjakan oleh PT Wika dan Jaya Konstruksi dengan anggaran Rp 314 miliar dan paket ketiga yakni kawasan Dr Satrio dengan anggaran Rp 214 miliar oleh PT Adi Karya.
(aan/nrl)










































