"Kita sekarang masih melakukan evaluasi," ujar Bendahara Umum Partai Golkar Setya Novanto.
Hal itu dikatakannya usai menghadiri peluncuran program bertajuk 'Bersama Bangkitkan Usaha Kecil, dari Aceh sampai Papua' yang diselenggarakan Partai Golkar di Gedung Sucofindo, Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (12/5/2011). Hadir pula dalam acara tersebut Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ada prosedur dan ada protap di partai dan DPP, kalo terbukti akan kita lakukan evaluasi," katanya.
Setya belum bisa memastikan apakah akan ada pemecatan jika nantinya Chairunnisa terbukti terlibat dalam kelompok kejahatan yang mengatasnamakan doktrin agama tersebut. "Dalam waktu dekat dan tidak lama ini bisa diselesaikan secara baik," elak Setya.
Tidak pun karena Chairunnisa, Setya memastikan Golkar sangat concern dengan masalah ini. Menurutnya, segala bentuk kegiatan yang merusak tatanan negara harus ditindak tegas.
"Intinya tentang masalah NII itu kalau memang melanggar tatanan NKRI dan hukum kita minta segera diberantas melalui penegak hukum. Selain itu kita juga harus melakukan pendidikan dan tindakan upaya pencerahan-pencerahan ke arah yang lebih baik," jelasnya.
Eks petinggi NII KW 9, Imam Supriyanto, mengungkap pergerakan politik terbaru bos NII KW 9, Panji Gumilang. Panji disebut-sebut akan membawa suara ponpes Al Zaytun, Indramayu, ke Partai Demokrat. Hal ini dilakukan dengan menjadikan putra Panji Gumilang sebagai kader Demokrat.
"Yang saya dengar di Al Zaytun, putra Pak Panji, Imam Prawoto, akan disodorkan ke Partai Demokrat," ujar Imam kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/5) lalu.
Imam juga menuturkan, belakangan ini memang Panji Gumilang kecewa dengan Golkar. Utamanya menyangkut sikap Golkar yang menjauhi Al Zaytun.
"Meskipun salah seorang anaknya Chairunnisa juga DPRD dari Golkar," tuturnya.
(lia/rdf)











































