"Tidak ada anggaran pulsa. Yang ada itu anggaran komunikasi. Misalnya menerima pengaduan. Terus menerima pengaduannya sambil makan soto, bakso. Nah itu namanya komunikasi intensif dengan para pemilih," ujar Hajriyanto yang juga Wakil Ketua MPR itu.
Hajriyanto mengatakan itu usai mengunjungi mantan Wakil Presiden Try Soetrisno bersama pimpinan MPR lainnya, di Jl Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau berada di kota yang lain itu perlu naik kereta atau pesawat kan?" kata Hajriyanto.
Politisi Partai Golkar ini juga membantah jika anggaran komunikasi intensif itu mencapai Rp 14 juta. "Nggak ada. Kalau tidak salah satu bulan itu Rp 3,5 juta atau Rp 4 juta gitu," tuturnya.
(adi/nik)











































