Kampanye di Jateng, Mega - Hasyim Disambut 3 Rekor Muri
Rabu, 16 Jun 2004 23:59 WIB
Semarang, - Kampanye Mega-Hasyim akan diwarnai dengan pemecahan rekor Muri (Museum Rekor Indonesia), baik yang sudah terlaksana maupun belum. Ketiga rekor tersebut adalah lomba melukis sejuta wajah Megawati, pembuatan karikatur dan wayang kulit selama 24 jam.Hal di atas terungkap dalam acara Malam Ramah Tamah Mega-Hasyim bersama Tokoh Masyarakat Jateng yang dihadiri duet Mega-Hasyim di Hotel Patra Jasa Semarang, Jl. Sisingamaraja, Rabu (16/06/2004) malam.Dalam acara yang dihadiri sekitar 200 undangan itu, pihak Muri diwakili Paulus Pangka. Dia memberikan penghargaan kepada Sumaryoto yang juga Ketua Tim Kampanye Mega-Hasyim Jateng sebagai pemrakarsa lomba lukis sejuta wajah Megawati. Lomba yang diadakan di Solo tersebut diikuti 649 pelukis profesional.Penghargaan kedua diberikan kepada karikaturis Kusnan Husni yang akan menggambar karikatur selama 24 jam. Diperkirakan 1000 gambar karikatur akan diciptakannya mulai malam ini sampai besok. Penghargaan terakhir diberikan pada dalang Warseno Slenk yang akan mendalang selama 24 jam. Dalang yang memang dekat kalangan nasionalis ini akan menunjukkan kehebatannya di Kawasan Simpang Lima Semarang mulai besok malam.Pertemuan TerbatasTokoh-tokoh Jateng yang tampak hadir dalam acara ramah tersebut antara lain, Gubernur Mardiyanto, Walikota Semarang Sukawi Sutarip, Ketua PWNU Muh. Adnan, Ketua DPD PDI-P Murdoko, Ketua Tim Kampanye Mega - Hasyim Jateng Sumaryoto, dan kalangan pengusaha. Tidak ada yang tahu pasti agenda acara tersebut. Ketua Tim Kampanye Mega-Hasyim megaku tidak tahu-menahu soal materi pembahasannya karena acaranya di-handle oleh pusat. "Ibu (Megawati) sendiri yang mengatur acara malam ini," katanya sesaat sebelum acara dimulai.Sebelum Mega datang, para wartawan yang sudah lama menanti di luar ruangan tidak diperkenankan meliput acara. Penjagaan sangat ketat. Tapi beberapa saat kemudian para wartawan dipersilahkan masuk. Mereka hanya diperbolehkan meliput acara penyerahan penghargaan rekor Muri. Setelah acara inti dimulai dengan makan malam, puluhan wartawan disuruh meninggalkan lokasi acara dengan alasan acara sudah habis. Sehingga tak satu pun 'kuli disket' yang tertinggal dalam ruangan. Kelihatannya, ada pembicaraan serius antara Mega - Hasyim dengan tokoh masyarakat Jateng.Dalam acara yang dipandu Koeshendratmo tersebut, Mega tak sedikit pun memberikan pidato yang berkaitan dengan pilpres. Ia hanya memberi ucapan selamat kepada para pemecah rekor Muri dan tiga orang penting di Jateng. Tiga orang yang dianggap berperan di Jateng tersebut antara lain, pengusaha Ho Liong Kiong, Yanti Sukamdani, dan Dalang Ni Kenik Asmarawati.
(dsb/)











































