"Terlepas dari apapun negara kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Secara prinsip ini adalah bentuk pelecehan terhadap NKRI. Penegak hukum TNI dan Polri harus mencegah dan kalau perlu menginterogasi karena ini bisa memancing tindakan provokasi terhadap NKRI," ujar Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (12/5/2011).
Taufik mengaku kecewa pada Unggun Dahana yang hendak mengkonsolidasi perayaan ulang tahun kemerdekaan Israel. Unggun yang lulusan ITS justru memberi contoh negatif bagi generasi muda. Padahal ia belajar di sebuah perguruan tinggi negeri yang disubsidi oleh negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut upaya yang dilakukan Unggun hanyalah mencari sensasi murahan. Dan justru memancing provokasi yang tidak perlu.
"Terkait dengan masalah posisi berlebihan maupun dalam konteks yang tidak tepat memperingati hari ulang tahun negara lain itu ngapain. Yang namanya kita mempertahankan format kesetiaan kepada empat pilar tidak ada urusannya dengan Israel dan negara manapun. Itu kerjaan kaya orang nggak waras itu harus dicegah, bahwa kita semua sepakat seluruh elemen di negeri ini, menjelang peringatan hari lahir Pancasila itu adalah komitmen bersama setia kepada empat pilar kebangsaan," tandasnya.
Dalam siaran pers yang disebar ketua panitia, Unggun Dahana, Kamis (12/5/2011) disebutkan acara perayaan akan digelar di sebuah lapangan di Jakarta Selatan pada Sabtu (14/5) di sebuah tempat yang masih dirahasiakan. Unggun menjelaskan, latar belakang acara ini adalah: Sebagai warga negara yang cinta Proklamasi Republik Indonesia, dan menjunjung tinggi Kedaulatan Republik Indonesia.
Sedangkan tujuan acara adalah: Mengakui dan menghormati Kedaulatan Israel sebagai Negara Yahudi.
(van/rdf)











































