12 Mahasiswa ini dicokok Kamis (12/5/2011) dini hari tadi. Menurut Kapolsek Panakukang, Kompol Muhammad Nur Akbar yang ditemui detikcom di kantornya, 12 mahasiswa UMI dijemput oleh 20 polisi.
Ini merupakan hasil dari penyelidikan dan pengumpulan informasi terkait kasus tindakan kekerasan yang terjadi di kampus UMI. Termasuk pula, lanjut Akbar, pengembangan dari kasus penembakan mahasiswa Fak Hukum UMI di Jl Abdullah Daeng Sirua, pada Selasa kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya pada Rabu (11/5) kemarin, pihak Rektorat UMI mengancam akan memecat mahasiswa yang terlibat aksi penembakan. "Jika ada mahasiswa saya yang terlibat, kami sepakat untuk mengembalikan mereka ke orang tuanya di rumah. Mereka sudah bukan mahasiswa kami lagi," kata Wakil Rektor III UMI, Prof Ahmad Gani.
Sementara itu, Muhammad Nur, korban penembakan misterius ini sudah menjalani operasi pembedahan untuk mengangkat sisa proyektil peluru yang bersarang di tengkuknya. Peluru ini diduga berasal dari senjata rakitan. Kondisinya berangsur membaik dalam perawatan RS Ibnu Sina UMI.
(mna/fay)










































