"Menurut hemat saya, kita tidak bisa mentolerir peringatan Hari Kemerdekaan Israel selama pemerintahan Israel belum memberikan kemerdekaan kepada bangsa Palestina," kata Hajrianto usai mengunjungi mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/5/2011).
Dikatakan dia, hal tersebut seharusnya memperhatikan dari aspek politik internasional Indonesia bahwa sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 alenia pertama menyebutkan, sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dia, MPR sangat sependapat dengan pemerintah yang belum membuka hubungan diplomatik dengan Israel karena Israel masih dalam posisi bertentangan dengan pembukaan UUD 1945 yang dijunjung tinggi.
"Untuk itu maka sebaiknya peringatan itu tidak dilakukan," kata Hajrianto yang mengenakan kemeja lengan panjang warna hijau ini.
Polisi seharusnya bagaimana? "Itu terserah aparat. Saya kira mereka sudah bisa menafsirkan pembukaan UUD 1945," jawab Hajrianto.
Unggun Dahana menggagas acara perayaan kemerdekaan Israel pada hari Sabtu 14 Mei di sebuah lapangan di Jakarta yang masih dirahasiakan. Konsultan migas yang mengaku lulusan ITS ini berharap Indonesia menjalin persahabatan dengan Israel.
(aan/nrl)










































