Seperti yang terjadi di pos penjagaan perlintasan kereta api 16 B, di Jl Pangadegan, Jakarta Selatan. Pos ini tak jauh dari Stasiun Kereta Api Kalibata. Alat yang dipasang di atas pos penjagaan sempat tidak berfungsi selama sehari karena sudah rusak terkena lemparan batu.
"Kemarin pagi dilempar penumpang yang ada di atap kereta pagi," kata salah seorang penjaga pos, Nur Wahid (42), kepada wartawan, Kamis (12/3).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak puas dengan merusak alat penyemprot, penumpang lain yang menumpang kereta sore juga melempari pos penjagaan dengan batu. Pintu pos bolong akibat lemparan tersebut.
"Antisipasi perusakan terjadi lagi, kita pasang kawat pelindung di sekeliling kaca pos, terutama kaca," kata Nur Wahid.
Wahid mengaku takutsetiap kereta ekonomi melintas. Untuk menghindari aksi brutal penumpang kereta yang bisa mencederai dirinya, Wahid memilih bersembunyi di toilet pos.
"Tapi kita tetap waspada untuk tombol penutupan gerbang perlintasan," katanya.
Alat penyemprot cairan berwarna kembali berfungsi tadi pagi. Alat yang rusak itu diikat dengan potongan karet ban dan tali plastik. Sementara penampungan cairan semprot dilindungi dengan seng.
(ahy/gus)










































