Di Pesantren, Dubes AS Diberondong Pertanyaan Soal Terorisme

Di Pesantren, Dubes AS Diberondong Pertanyaan Soal Terorisme

- detikNews
Kamis, 12 Mei 2011 14:18 WIB
Di Pesantren, Dubes AS Diberondong Pertanyaan Soal Terorisme
Solo - Kunjungan Dubes AS untuk Indonesia, Scot Alan Marciel, ke Pesantren Al Muayyad Solo menjadi sebuah arena diskusi seru. Dubes AS diberondong aneka pertanyaan dari para santri, mulai dari Osama sampai terorisme.

Saat berkunjung ke Pesantren Al Muayyad, Solo, disiapkan sebuah sesi tanya jawab antara Dubes AS dengan para santri. Hal itu rupanya tidak disia-siakan para santri dengan mengajukan aneka pertanyaan kritis.

Seorang santri bertanya mengenai reaksi Marciel dengan gerakan pendukung Osama bin Laden. Apalagi di Solo beberapa waktu lalu sempat digelar acara baiat mati pendukung Osama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjawab pertanyaan itu, Marciel mengatakan Indonesia adalah negara demokrasi yang memberi hak kepada semua warganya menyampaikan pendapat. AS juga bisa menghargai semua pendapat, namun tentu saja AS tidak akan setuju dengan pendapat siapapun yang mendukung terorisme dan kekerasan.

"Bagi kita yang terpenting adalah saling memahami karena kebencian itu akan muncul dari tidak saling memahami. Kami tahu ada yang menganggap kami tidak menyukai Islam. Kami juga tidak menyalahkan orang berpendapat seperti itu karena memang mereka tidak mengetahui yang sesungguhnya dan mungkin juga karena kami kurang bekerja keras memberikan pemahaman," ujarnya.

Marciel kemudian mengatakan konstitusi Amerika Serikat sama sekali tidak pernah memberikan ruang bagi negara untuk membuat kebijakan yang merugikan kelompok ataupun agama tertentu.

"Karena itulah kami akan bekerja keras untuk memberikan pemahaman yang benar tentang kami. Kami juga akan menyampaikan kepada semua komunitas di dunia bahwa kami bersahabat dengan siapapun, pasti termasuk di dalamnya adalah Islam," ujarnya.

Masih dalam sesi tanya jawab dengan santri, Marciel juga ditanyai soal penembakan Osama bin Laden. Marciel pun ditanya kenapa jenazah Osama dibuang ke laut.

Untuk pertanyaan ini, Marciel memaparkan Osama tidak akan ditembak mati jika bersedia menyerah. Sedangkan terhadap jenazah Osama, AS sangat berhati-hati memperlakukannya dengan berkonsultasi kepada beberapa imam yang sangat memahami tata cara pemakaman jenazah sesuai Islam.

"Kalau harus dimakamkan di darat, tentu menunggu waktu cukup lama untuk mendapat izin dari pemerintahnya. Padahal kami juga harus menghormati kaidah Islam bahwa jenazah harus dimakamkan dalam waktu sehari setelah kematian. Kami kemudian memutuskan memakamkan di laut, namun tetap sesuai tata cara Islam," ujarnya.

Usai tanya jawab itu, Marciel kepada wartawan mengaku bisa menghargai perbedaan pendapat serta segala reaksi pasca tewasnya Osama bin Laden. AS, kata Marciel, siap menjalin dialog dengan siapapun, kecuali dengan para pendukung kekerasan.

"Kami selalu bisa memahami ada sekelompok orang baik di Indonesia maupun di negara kami yang berbeda pendapat, selama masih bisa diajak berdialog. Kami tentu senang berdialog dengan siapapun. Tapi sayang kami tidak akan berdialog dengan yang mendukung kekerasan," ujarnya.

(mbr/fay)


Berita Terkait