"Sebelum berangkat, setiap bus pasti kita periksa apa layak jalan atau tidak. Namun kondisi di jalanan kita tidak tahu, bisa saja yang awalnya baik ternyata di jalan mengalami kerusakan," kata Akbar usai diskusi 'Mendorong Transformasi dan Restrukturisasi Pengelolaan TransJ' di Hotel Ambara, Jalan Iskandarsyah, Jakarta, Kamis (12/5/2011).
Akbar mengatakan, selain pengecekan harian, bus TransJ juga diperiksa secara berkala. Pemeriksaan ini dilakukan sesuai dengan panduan yang diberikan pabrikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain bus berasap, seorang pengemudi bus TransJ juga pingsan di Halte RS Harapan Kita, Jalan S Parman, tadi pagi. Namun Akbar mengaku belum mengetahui penyakit yang diderita pengemudi bus Koridor IX tersebut.
"Saya baru dengar laporannya dan belum tahu detilnya," katanya.
Akbar mengatakan, masalah kesehatan sopir bus TransJ diserahkan ke operator masing-masing bus tersebut. "Kalau BLU hanya mensyaratkan standar minimal bagaimana sorang sopir bisa bekerja," katanya.
(nal/fay)










































