"Sebab kalau takut, maka yang disampaikan hanya untuk bikin senang. Bukan pendidikan," kata Ketum Dewan Dakwah Islamiyah, Syuhada Bahri, Kamis (12/5/2011).
Hal ini dia sampaikan menjawab pertanyaan wartawan tentang ide dari Ansyad Mbaai agar kegiatan dakwah diawasi demi antisipasi penyebaran ajaran radikalisme. Dia dicegat wartawan usai audiensi dengan Presiden SBY di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski aparat keamanan diakuinya berwenang mengawasi dakwah, tapi tetap harus dilakukan secara tepat. Jangan sampai pendidikan agama yang disampaikan melalui dakwah bagi umat menjadi gagal sebab hanya bertujuan menyenangkan aparat keamanan.
"Nanti ajaran yang disampaikan jadi tak lengkap juga dan malah menimbulkan pemahaman yang keliru. Ini pernah kita alami di masa lalu," wanti Syuhada.
(lh/rdf)











































