Anggota KPID Riau, Alnofrizal mengungkapkan hal itu dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (12/5/2011) di Pekanbaru. Menurutnya, kondisi belum adanya gaji untuk 7 orang anggota KPID ini terhitung sudah 5 bulan. Kondisi itu tentunya juga merembet ke 5 staf di kantor tersebut.
"Belum adanya dana yang turun dari Pemprov Riau membuat seluruh anggota dan staf di tempat kita belum ada yang terima gaji. Malah karena belum adanya anggaran, jaringan internet sudah diputus," kata Alnof.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alnof menjelaskan, dengan kondisi keuangan yang belum cair ini, pihaknya sudah pernah mengadu ke Sekda Riau. Dalam pertemuan itu, Sekda berjanji tahun ini akan menganggarkan dana untuk KPID dalam APBD perubahan.
"Dua bulan yang lalu kita sudah mengadukan masalah ini ke DPRD Riau. Namun sampai saat ini belum ada juga anggaran untuk gaji dan bayar staf di tempat kami," kata Alnof.
Untuk pembayaran listrik serta kebutuhan sekretariat, kata Alnof, selama ini menggunakan dana yang diberikan Pemprov pada Oktober 2010 sebesar Rp 50 juta. Dana itu diberikan saat pengangakatan 7 anggota KPID Riau.
"Dana yang dulu itu kami hemat-hemat untuk operasional kantor. Kami mengharapkan adanya perhatian serius dari Pemprov Riau untuk segera menyelesaikan segala kebutuhan di sekretariat kami," kata Alnof.
(cha/fay)











































