Wacana memperlakukan koruptor layaknya teroris mencuat dalam Konferensi Dunia Anti Suap di Nusa Dua, Bali. Menurut mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, gagasan ini tidak tepat.
"Saya kira kan beda ya, tidak tepat. Mesti beda perlakuannya,'' ujar Hamzah usai menerima kunjungan pimpinan MPR di kediamannya, Jl Patra Kuningan, Jakarta, Kamis (12/5/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Teroris kan ideologis. Sementara koruptor hanya orang yang ambil uang negara karena agamanya tipis, tidak ideologis. Kecuali dialirkan ke agenda tertentu," papar mantan Ketum PPP ini.
Lebih lanjut Hamzah mengemukakan pentingnya pendidikan moral dan agama bagi masyarakat Indonesia. Menurutnya karena moral dan agama yang rusak inilah kenapa sekarang banyak teroris dan koruptor.
"Kalau perlu tiap sekolah atau perkantoran dibangun masjid," katanya.
Pendapat Hamzah berbeda dengan Jusuf Kalla yang disampaikan Rabu kemarin. Kalla setuju koruptor disamakan dengan teroris, bahkan mendukung Densus 88 terlibat di dalamnya.
(adi/nrl)











































