"Kalau saya pribadi sangat setuju dengan kebijakan itu," ujar Triwisaksana saat berbincang dengan detikcom, Kamis (12/5/2011).
Triwisaksana mengatakan, setiap kebijakan tentu ada konsekuensinya. Oleh karena itu, kepentingan masyarakat banyak tetap harus jadi fokus yang paling penting dari setiap aturan yang diterapkan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dan itu kan mendatangkan kerugian yang lebih besar," tambahnya.
Pria yang akrab disapa Sani ini menyarankan, agar penguasaha truk mengalah demi kelancaran lalu lintas di Jakarta. Tapi sekali lagi dia menekankan, bahwa kenyamanan masyarakat Jakarta adalah yang utama.
"Mereka harus mengalah untuk rute yang lebih jauh lagi dan tidak lagi masuk ke tol dalam kota untuk kepentingan masyarakat yang lebih banyak," tutup politisi PKS ini.
Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta menolak kebijakan yang dilakukan Dinas Perhubungan soal pembatasan jam operasional angkutan berat.
"Kita anggap itu keputusan yang arogan. Oleh karena itu saat ini kita sedang rapatkan dengan seluruh anggota untuk berhenti operasi baik angkutan dari dan ke pelabuhan jika aturan itu belum dihapus," ujar Ketua Organda DKI Jakarta, Soedirman, saat dihubungi, Rabu (11/5) kemarin.
(lia/anw)










































