Kenapa Proses Pembebasan Kapal MV Sinar Kudus Lamban?

Kenapa Proses Pembebasan Kapal MV Sinar Kudus Lamban?

- detikNews
Kamis, 12 Mei 2011 01:02 WIB
Kenapa Proses Pembebasan Kapal MV Sinar Kudus Lamban?
Jakarta - Pemerintah dianggap lamban dalam melakukan pembebasan terhadap awak kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak di Perairan Somalia beberapa waktu lalu. Apa alasannya?

"10 Hari hari setelah kapal dibajak kita kirim Kopassus ke Perairan Somalia, dari keluarga meminta jangan sampai keluarga mereka terbunuh," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro saat ditanya kenapa proses pembebasan para sandera berjalan lamban. Hal tersebut dia katakan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Rabu (11//5/2011) malam.

Menhan menuturkan, alasan Indonesia tidak melakukan tindakan militer dalam menghadapi para perompak lantaran kapal yang dibajak tidak memiliki ruangan kedap, berbeda dengan kapal Korea.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alasan kita tidak melakukan tindakan militer dan berbeda dari Korea karena kapal Korea yang dibajak punya sebuah ruangan kedap. Jadi kalau ada pembajak seluruh anak buah kapal langsung masuk ke ruangan tersebut dan mesin kapal mati," ujarnya.

Dalam mengupayakan pembebasan terhadap awak kapal MV Sinar Kudus beberapa waktu lalu, menurut Menhan, Indonesia sebenarnya juga melakukan kerjasama dengan negara-negara lain. "Tapi saya tidak mau sebutkan siapa, keselamatan anak buah kapal adalah permintaan keluarga dan yang melakukan nego dengan perompak adalah dari Samudera Indonesia," ucap mantan Menteri ESDM tersebut.

Dia menambahkan, saat itu kapal yang dibawa oleh Kopassus tidak bisa mendekat lebih dari 20 mil. Hal ini diperparah dengan tidak adanya bulan pada akhir Maret. Bulan tidak berpihak pada kita. "Jadi kalau malam ya seperti siang (tak bisa melakukan serangan)," ungkap Purnomo.

"Kita seolah-olah menunggu, tapi sebenarnya kita menunggu saat yang tepat, sampai akhirnya kita putuskan untuk membayar. Tapi ternyata di sana sudah banyak calo-calonya yang mengatur uangnya diserahkan kemana. Jadi ini tidak mudah. Tapi kita sudah usahakan semaksimal mungkin apa yang bisa kita lakukan," ujarnya.


(anw/anw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads