Puluhan Peserta 'Save Children' di Magelang Keracunan Makanan

Puluhan Peserta 'Save Children' di Magelang Keracunan Makanan

- detikNews
Rabu, 11 Mei 2011 18:29 WIB
Puluhan Peserta Save Children di Magelang Keracunan Makanan
Magelang - Sehari usai acara donor 'Save Children', puluhan warga lereng Merapi dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM) keracunan makanan. Rupanya, salah satu snack panitia diduga sudah basi.

Acara 'Save Children' ini berlangsung pada Selasa (10/5) yang mempertemukan warga dengan lembaga donor USAID dan OFDA di Magelang. Namun pada Rabu (11/5/2011), 27 warga termasuk 6 mahasiswa yang baru selesai Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Ngargosuko, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jateng, mengalami keracunan makanan.

Kepala Desa Ngargosuko, Heriyanto, mengatakan warga lima dusun yaitu Dusun Mbendo, Dusun Grogol, Dusun Mangunsuko, Dusun Kajangkoso dan Dusun Dukuha mengalami keracunan. Enam mahasiswa UMM yang sedang KKN yaitu Fatimah, Yunita, Eko, Khrisna dan Putri juga keracunan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu sekitar 45 warga yang datang. Saya juga datang tetapi saya tidak makan makanan kecil dalam dus snack yang disediakan panitia," kata Heriyanto kepada detikcom di sela pemeriksaan warga di Balai Desa Ngargosuko.

Snack itu dipesan dari toko kue di Yogyakarta dan berisi agar-agar, lemper dan kroket. Malam harinya, puluhan warga mengeluh pusing, mual dan muntah-muntah. Mereka pun dibawa ke Puskesmas Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.

"Belum semuanya kita periksakan ke puskesmas. Termasuk istri saya bernama Nunung, yang harus dilarikan ke RSUD Muntilan Kabupaten Magelang karena keracunan cukup parah," ujar Heriyanto.

Kepala Puskesmas Kecamatan Dukun, Edi Suharso menduga warga dan mahasiswa keracunan kroket. Dari hasil pemeriksaan terhadap kroket yang tersisa, tampak berlendir sebagai tanda sudah basi. Diduga kroket basi ini yang menyebabkan warga keracunan.

"Penyebab pastinya sudah kita temukan. Saat ini kami tetap akan menempatkan beberapa petugas medis Puskesmas untuk berjaga-jaga di balai desa jika ada warga lainya di luar 27 warga menyusul reaksi keracunanya," tutur Edi.

(fay/fay)


Berita Terkait