"Iya ini menjadi pertaruhan KPK. KPK harus membuktikan tidak tebang pilih. Selama ini kan ada anggapan KPK tidak berani menyentuh partai biru, ini harus dibuktikan anggapan itu tidak benar," kata Direktur Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) UGM Zainal Arifin Mochtar kepada detikcom, Rabu (11/5/2011).
Dua nama politisi Partai Demokrat (PD) yakni bendahara umum PD yang juga anggota Komisi III DPR M Nazaruddin dan anggota Komisi X Angelina Sondakh terseret dalam skandal Wisma Atlet. Baik Nazarudin maupun Angelina telah membantah menerima komisi dari proyek Wisma Atlet tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"KPK harus lebih berani, lebih menguatkan semangatnya untuk menuntaskan kasus ini. Kalau tidak nama baik KPK akan jadi taruhan," ingat Zainal.
Selain KPK, skandal Wisma Atlet juga akan membuktikan PD merupakan partai yang mendukung pemberantasan korupsi atau tidak. Presiden SBY sebagai ketua dewan pembina PD harus mendorong PD agar membantu penuntasan korupsi ini.
"SBY sebaiknya mendorong internal Demokrat untuk mau bekerjasama dengan KPK mengungkap kasus ini," imbau Zainal.
(iy/ndr)











































