"Pembentukan Panja ini guna menyelidiki dan mengungkap di balik peristiwa kecelakaan pesawat Merpati tersebut. Apakah benar terkait gangguan cuaca atau masalah teknis mesin pesawat atau faktor lainnya," ujar anggota Komisi V DPR Ali Wongso Halomoan Sinaga di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (10/5).
Lebih lanjut Ali Wongso mengatakan, pembentukan Panja keselamatan transportasi ini sebelumnya juga pernah dilakukan oleh Komisi V DPR terkait tingginya angka kecelakaan moda transportasi kereta api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini di luar hal yang dipermasalahkan banyak pihak kenapa pilihannya Merpati mengoperasikan pesawat MA 60 buatan China yang hingga kini belum mengantongi sertifikat FAA. Kita jelas akan mempertanyakan hal lainnya, seperti pernyataan pejabat Dephub yang mengatakan pesawat itu tidak memerlukan sertifikat FAA," ujar politisi Partai Golkar tersebut.
Menurut Ali Wongso, ditengara banyak kejanggalan dan ketidakjelasan terkait kecelakaan pesawat MA-60 itu. Makanya, Komisi V DPR berkepentingan segera memanggil jajaran manajemen Merpati dan pihak regulator dalam hal ini Kementerian Perhubungan untuk menjelaskan masalah ini.
"Paling lambat pekan depan Komisi V DPR akan segera memanggil pihak Merpati dan pejabat Dephub untuk membahas soal kecelakaan pesawat Merpati di Papua Barat tersebut," pungkas anggota DPR Dapil Sumatera Utara III ini.
(nrl/nrl)











































