"Berdasar info yang saya dapatkan itu (pilot dan kopilot-red) masih duduk di dalam kokpit seperti posisi mereka pada awal menerbangkan pesawat. Posisi kokpit itu terpisah dari badan pesawat dan posisinya terbalik," ujar Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan Bambang S Ervan di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (11/5/2011).
Menurut Bambang, kondisi tersebut membuat proses evakuasi menjadi sulit. Beberapa kendala yang dialami Tim SAR, lanjut Bambang, adalah adanya arus bawah laut yang cukup deras serta celah untuk masuk ke dalam kokpit yang terlalu sempit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menuturkan, saat ini Tim SAR masih terus bekerja untuk mengevakuasi jenazah pilot dan kopilot bernama Purwadi Wahyu dan Paul Nap tersebut. Proses evakuasi dua jenazah tersebut sudah berlangsung sejak sore kemarin.
"Karena waktu sudah sore pada saat diketahui dan bisa membahayakan para tim penyelam itu sendiri, akhirnya diputuskan dilanjutkan pagi ini. Kedalaman laut sekitar 20 meter saat surut, mungkin saja bisa lebih saat pasang, itu menjadi kendala tersendiri," katanya.
Seluruh korban yang sudah ditemukan, lanjut Bambang, telah dibawa keluarga masing-masing. Hanya dua jenazah dalam kokpit ini yang belum dievakuasi. Kecelakaan pesawat twin-proppeler pada Sabtu 7 Mei lalu itu menewaskan 25 orang.
(adi/nrl)











































