Polri: Peredaran Uang Palsu Belum Terkait Kampanye

Polri: Peredaran Uang Palsu Belum Terkait Kampanye

- detikNews
Rabu, 16 Jun 2004 16:05 WIB
Jakarta - Mabes Polri belum dapat membuktikan keterkaitan antara peredaran uang palsu dengan aktivitas partai-partai politik selama masa kampanye pemilihan presiden. Peredaran uang palsu murni dilatarbelakangi motif ekonomi."Uang palsu yang beredar itu, tidak hanya ramai menjelang pemilu. Polisi menghadapi kasus uang palsu ini setiap saat. Data terakhir, 6 orang ditangkap akhir Maret 2004 di Solo, Jawa Tengah bersama barang bukti 1141 lembar uang palsu pecahan Rp 50 ribu," kata Direktur II Ekonomi dan Khusus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Samuel Ismoko di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/6/2004). "Mereka masih diperiksa di Polda Jateng, motifnya karena desakan ekonomi dan belum ada kaitan dengan pemilu," imbuhnya.Dikatakan Ismoko, dari rumah kos-kosan para tersangka juga ditemukan barang bukti berupa dua unit komputer, printer, scanner, 1 budel master klise, alat pemotong kertas, tinta disket pengganda dan 1 rim kertas."Mereka beroperasi mencetak uang palsu pada Maret 2004, berbarengan saat pindah ke rumah kos-kosan tersebut. Belajar dari seseorang yang pernah ditangkap pada kasus serupa namun melarikan diri," ujarnya. Apa yang membuat bapak yakin tidak terkait kampanye?"Dari data temuan uang palsu periode 2000 sampai 2004, bisa kita bandingkan bahwa dari periode 2000-2003 pecahan uang palsu senilai Rp 50 ribu ditemukan di masyaratat lebih dari 50 ribu lembar. Sedangkan, tahun 2004 sampai bulan Juni untuk pecahan uang palsu Rp 50 ribu baru ditemukan 1300 lembar. Jadi jauh lebih sedikit dibanding 3 tahun sebelumnya," ungkap Ismoko.Lanjut dia, pecahan uang palsu Rp 100 ribu untuk periode 2000-2003 yang ditemukan jumlahnya di bawah 1000 lembar. Tetapi pada 2004 presentasenya naik. "Saya tidak ingat data lengkapnya tetapi mutunya lebih baik," demikian Ismoko. (aan/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads